Monday, August 12, 2013

My black Crismast and new year story/Cerita Natal dan Tahun baru kelam



NATAL dan TAHUN BARU KELAM:D...
25 desember? ...... siapa yang tidak tau tanggal 25 Desember? 25 Desember adalah hari dimana orang-orang kristen khususnya orang nasrani untuk merayakan Natal. Natal??? Hore Natal.....
Natal? Bila kita mendengar kata “NATAL” yang pertama kita pikirkan adalah baju baru, bikin kue, ngecat rumah, bersih-bersih atau beres-beres rumah, jalan bareng teman dan masih banyak lagi. Benar gagJ?? Begitu pula yang terjadi pada keluarga ku pada Natal tahun kemarin^^. Intinya capek dech, harus sibuk-sibuk beresin rumah untuk nerima tamu.
Ya pokoknya hampir semua orang yang merayakan Natal pasti mengalami demikian, harus sibuk-sibuk dll.
Beberapa hari sebelum Natal....
21 Desember…Tepatnya sehari sesudah penerimaan raport, sangat lega karena nilai-nilai ku cukup memuaskan. Libur Natalpun dimulai, asyikJ... Libur-libur siapa sich yang gag suka libur^^? Hehe.... Tapi kalau aku gag kan bisa nikmatin libur sepenuhnya karena harus mempersiapkan natal^^. Alias ngecat rumah, beres-beres rumah, dan ada satu lagi... HARUZZ latihan paduan suara dan organis. Berhubung aku adalah salah satu organis dan anggota paduan suara di gerejakuJ.
Kurang lebih dari tanggal 21-24 adalah hari yang sangat beratT.T. karena harus latihan terus-menerus agar Perayaan Natalnya nanti bisa berjalan dengan lancar. HuftT.T Capek!!...... Tapi mau gimana lagi harus tetap semangat^^.. Hehe.... hayo semangat....
Hari-hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. 24 Desember pukul 20.00 WIT, apa itu?? “Malam Natal”J. Perayaan Malam Natal sangat berjalan dengan penuh hikmat, bisa dibilang Malam yang benar-benar “Kudus”J. Sangat meriah dech, mulai dari riasan Altar, music, paduan suara yang melantunkan nada-nada indah, hingga besarnya partisipasi umat dalam mengikuti Misa Natal. Pokoknya benar-benar sangat berkesan buatku. Karena hasil “capek” 4 hari semuanya terbayar lunas^^.. SANGAT MEMUASKAN......
Esok harinya, perayaan Natal pagi berlangsung tidak kalah hikmatnya seperti Malam Natal. Yah.... pokoknya semua masih berjalan sesuai rencana sampai saat INI!...
Setelah pulang dari gereja, aku mulai merasa ada yang aneh dengan diriku. Kepalaku Pusing, dan badanku panas tinggi, padahal ini hari pertama NatalT.T. yah tidak anehlah, law Cuma pusing-pusing gitu, aku juga sadar pasti ini pengaruh kecapean gara-gara gak istrahat dengan baik beberapa hari belakangan. Awalnya biasa aja sampe tiba-tiba Esok harinya!!!
26 Desember.. Panas badan ku semakin tinggi, gag ada tanda-tanda untuk turun, Kepala pusing. Sampai akhirnya aku didiagnosis menderita CACART.T. Cacar pas Natal giniT.T??? arghhhhhhhh.....
Akhirnya gara-gara Sakit aku gag bisa keluar-keluar rumah harus banyak istirahat. Tw gak? Sampe-sampe aku harus lewatin jalan bareng dengan teman-teman, ini sich gag papa... Tapi tenyata  !!! Aku HARUS Lewatin eforia TAHUN BARU, pokoknya sedih banget dehT.T, hiks hiks hiks.... tapi gag papa kok aku udah senang bisa rayain Natal dan Menyambut Tahun Baru bersama keluarga TercintakuJ.
 FINALLY, Harapan ku ditahun yang baru ini aku bisa benar-benar konsen dalam menghadapi UAN, serta siap-siap masuk ke perguruaan Tinggi.. hehe... btw mungkin cukup sekian kisah ku, gimana kisah muJ???

Wednesday, August 7, 2013

Self-Control/penguasaan diri?



Self-Control atau Penguasaan Diri???..... by the way Secara pengertian umum, penguasaan diri adalah kemampuan untuk mengontrol emosi, keinginan-keinginan, dan tingkah laku, supaya dapat menjauhi yang tidak baik dan melakukan yang baik. Kalau lebih religiusnya bisa dibilang penguasaan diri sebagai buah Roh adalah Roh Kudus yang mengontrol diri kita, sehingga kita dapat menguasai diri untuk kemuliaan nama Tuhan yang telah menebus kita. Tapi kalau menurutku intinya bahwa penguasaan diri adalah kemampuan bagaimana kita untuk tetap menahan diri untuk melawan kemauan hati jahat.
Penguasaan Diri kata yang sangat mudah diucapkan, namun tidak dengan pelaksanaannya--‘. Menurutku penguasaan Diri adalah salah satu hal dalam hidup ku yang sangat sulit untuk dilakukanT.T. SUSAH SEKALI dech!!... andaikan dengan skala angka 1 sampai 10, mungkin tingkat penguasaan diriku antara 6-7 gitu, hehehe
Bagaimana tidak?? Jika kita bicara soal Penguasaan Diri banyak konteks yang dapat diangkat diantaranya; soal paling mudah, misalnya apakah kita bisa menguasai diri agar bisa sabar dan tidak mudah tergoda? Harus bisa menguasai diri agar dapat mengalah, walaupun kita tidak salah? Itu hal yang tidak mudah bagiku--. Hal lainya misalkan, makanan, pada saat masa Pra Paskah kita kan diwajibkan untuk puasa dan pantang, namun walaupun begitu aku sendiri kadang-kadang masih mudah tergoda, alias susah menguasai diri:D. jadi ya masih bolong-bolong puasa dan pantangnya. Itu contoh simplenyaJ
Juga bila kalian mempunyai adik atau kakak, berhubung aku mempunyai keduanya:D. Perkelahian antara kakak dan adik hampir mustahil tidak pernah terjadi dalam keluarga, apalagi kalau masih kecil-kecil:0. Malah mungkin ada yang udah jadi langganan tiap hari, ntah karena memperebutkan sesuatu, saling mengganggu 1 sama lain, dll. Begitu juga dengan diriku walupun sering terjadi pertengkaran-pertengkaran kecil, aku semaksimal mungkin memilih untuk mengalah dan mencari jalan keluar terbaik selain dengan pertengkaran. Namun tidak setiap saat berhasil, setidaknya aku udah berusaha:D. Itu aku sebut menguasai diri agar tidak cepat marah dan bisa bersabar.
          Contoh lebih luas lagi, yang kita bisa rasakan bersama…
Sebagai remaja menurutku  hal yang paling menentukan perkembangan kehidupan dan masa depan seorang remaja adalah dapat diukur sejauh mana kemampuan penguasaan dirinya, walaupun mungkin itu hanya faktor relatif bagi sebagian orang, tapi menurut ku itu adalah faktor yang sangat menentukan. Seperti saja Penguasaan Diri terhadap perkembangan zaman sekarang ini seperti teknologi, pergaulan, pola hidup dan lain-lain. Karena hal tesebut, bisa dibilang aku adalah orang dengan tipe milih-milih teman. Bukannya tidak mau berteman dengan semua orang, tetapi melihat tingkat penguasaan diriku yang masih labil, aku lebih memilih untuk mencari dan berteman dengan orang-orang yang bisa dijadikan contoh atau panutan. Jika kemudian aku udah dapat menguasai diriku dengan sangat baik barulah aku akan berteman dengan semua orang.
Seperti contoh kalau di sekolah, sebagian teman-teman di kelas yang kadang-kadang malas mengikuti jam pelajaran, suka tidak kerjakan tugas, andai aku segan untuk menolak ajakan-ajakan mereka karena malu hati atau tidak mau membuat kecewa teman, aku tidak dapat bayangkan bakal jadi apa. Tapi karena dari awal aku mempunyai komitmen untuk belajar agar dapat memperoleh yang terbaik. Aku jadi tidak peduli dengan mereka, walupun terlihat sedikit egois tapi ya memang begitu. Dan sanksi terberatnya aku hanya mempunyai sedikit teman--. It Sucks!!!
Penguasaan Diri untuk memperolehnya kita harus berani menolak ajakan yang tidak baik dengan sanksi kita tidak akan disukai, kita akan ditinggalkan dalam persahabatan, mempunyai sedikit teman, dibilang Sok suci, dan juga masih banyak lagi. Banyak dari kita takut mengecewakan teman dengan ajakannya, tapi dengan mudah kita membuat kecewa Tuhan, orang tua, dan orang-orang yang menyayangi kita.  Ya bisa dibilang penguasaan diri merupakan pengorbanan hati, tetapi Harga tersebut  aku rasa akan setimpal dengan hasilnya dikemudian hari nanti, ntalah percaya atau tidak:D?..